BP PAUD dan Dikmas Melaksanakan Diklat Pamong Belajar dan Penilik

ERA Globalisasi ini, kebutuhan sumber daya yang berkualitas bagi tenaga pendidik Non-Formal sangat dibutuhkan. Untuk itu, Pamong belajar dan Penilik harus mempunyai kompetensi yang memadai berupa pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku yang diperlukan didalam pelaksanaan tugasnya secara profesional, efektif dan efisien. Nah, menghadapi itu, Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD dan DIKMAS ) Goronontalo melaksanakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) teknis  bagi penilik dan pamong belajar se-Kabupaten/Kota Gorontalo. Kegiatan ini dibuka, Jumat (9/3) oleh Kepala Seksi Pengembangan Karir Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI Drs. Ajang Suratman. Dalam sambutanya, Ajang Suratman mengatakan tugas utama penilik yaitu melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD dan pendidikan kesetaraan, keaksaraan serta kursus pada jalur Non-formal. Seorang penilik dituntut memiliki empat kompotensi yaitu, kompotensi pedagogic, kompotensi profeional, kompotensi kepribadian dan kompotensi sosial. “Diklat teknis untuk penilik diharapkan mampu memperkuat kepastian/kemampuan penilik dalam melaksanakan tugas kepenilikan serta menjalankan pokok terhadap pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD dan Dikmas. Sebab untuk penilik berkaitan dengan penjamin mutu sehingga semua program PAUD dan Dikmas adalah kendalinya dari penilik. Jika peniliknya tidak kompoten dalam pengendalian mutu akan sangat berpengaruh terhadap layanan atau mutu program-program yang ada di PAUD dan Dikmas” paparnya.    Dilanjutkan Drs. Ajang Suratman utuk diklat teknis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk Pamong Belajar sebagai upaya peningkatan kopetensi profesional dalam melaksanakan tugas KBM menghitung dan menilai angka kredit. “Sehingga mampu memenuhi tuntutan kompotensi standar nasional pendidikan, serta peningkatan profesionalisme pamong belajar dalam melaksanakan tugas pokok khususnya KBM dan pengkajian program PAUD dan Dikmas”. lanjutnya.    Sementara kepala BP PAUD DIKMAS Gorontalo Drs.Bambang Kunaedi,M.Si mengatakan ini diikuti 80 Peserta terdiri dari 40 orang Penilik dan 40 orang Pamong Belajar dari seluruh kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo. “ Saya berharap tentu lewat diklat ini peserta bisa mengikutinya dengan sebaik mungkin, perhatian setiap materi yang diberikan narasumber. Serta bisa menerapkan apa yang telah didapatkan ke masing-masing PAUD  dan Dikmas di Gorontalo bisa lebih profesional dan mampu bersaing”. Terakhir Kepala Balai  menegaskan penilik sebagai sumber daya pendataan satuan pendidikan dan sasaran SPM dapat mendukung pemetaan mutu, melakukan pembinaan pemenuhan SPM, mendorong  PTK menigkatkan mutu layanan (Dapodik,Sarpras, Proses dll). “ Untuk itu pamong belajar , dapat menjadikan SKB sebagai percontohan program yang memenuhi SNP bagian dari SPM, menyusun berbagai bahan ajar media lokal yang membuat pembelajaran lebih dinamis  dan memberikan bimbingan  dan pembinaan kepada satuan pendidikan nonformal lainya,” Tutupnya.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *