LKP-Instruktur Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Dirjen PAUD Ir. Harris Iskandar,Ph.D ketika memberikan materi pada Diklat bagi pengelola lembaga kursus dan instruktur kursus tata busana se Provinsi Gorontalo, Selasa (1/5) di Balai Pengembangan PAUD-Dikmas Gorontalo.

GORONTALO, – Perkembangan zaman yang begitu cepat, harus dibarengi dengan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi disegala bidang. Nah, SDM yang berdaya saing inilah yang dituntut kepada Lembaga Kursus dan Pelatiahan (LKP) dan instruktur kursus yang ada di Gorontalo. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD Kemendikbud Ir. Harris Iskandar,Ph.D ketika memberikan materi pada kegiatan pelatihan dan pendidikan (Diklat) bagi pengelola lembaga kursus dan instruktur kursus tata busana se Provinsi Gorontalo, Selasa (1/5) di Balai Pengembangan PAUD-Dikmas Gorontalo.
Menurut Harris Iskandar bahwa setiap lembaga kursus harus menciptakan inovasi terbaru serta mengikuti tren zaman yang tumbuh begitu cepat. Sebab ketika lembaga kursus dan instruktur tidak menerapkan. Maka akan membuat warga didiknya akan ketinggalan zaman. “Zaman berkembang begitu pesat. Setiap harinya ada inovasi terbaru yang muncul. Teknologi berkembang begitu pesat. Bahkan ke depan, pekerja manusia akan digantikan oleh robot. Itu tidak akan lama lagi bisa terwujud. Jika kita tidak memiliki keahlian dan keterampilan tersendiri, maka kita akan sulit bersaing,”ucap Harris sekaligus memotivasi para peserta Diklat yang sudah menimba ilmu sejak Minggu (29/4).

Dirjen PAUD Ir. Harris Iskandar,Ph.D didampingi Kepala BP PAUD-Dikmas Gorontalo Drs. Bambang Kunaedi, M.Si ketika berpose bersama dengan para peserta Diklat

Menurut Harris bahwa pengelola kursus maupun instrukturnya harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang begitu cepat berubah. Program-program dalam pembelajaran harus terus diupgrade, disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan saat ini. “Kursus aplikasi seperti Microsoft sudah tidak zamannya lagi. Mereka bisa belajar secara ototidak. Tetapi bagaimana kita bisa menghadirkan pembelajaran terbaru. Seperti belajar coding, edit video, mereka berjualan menggunakan media sosial, bahkan membuat video-video unik yang bisa menjadi income bagi masyarakat kita. Lembaga kursus di pulau Jawa sudah mulai menerapkan itu, bahkan banyak sekarang lembaga kursus menjadi lembaga yang begitu besar. Mampu berdaya saing, bahkan membuat lembaga seperti Perguruan Tinggi yang handal dan bisa bersaing. Saya rasa Gorontalo bisa begitu, ketika pengelola kursusnya mau untuk mengikuti perkembangan zaman, dan terus mengupdate bahan ajarnya. Kita harus berada satu langkah di depan agar tidak ketinggalan,” terang Harris.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *