Optimalkan Mutu LKP dan Instruktur Kursus Tata Busana

DALAM meningkatkan mutu bagi Lembaga Kursus dan Pelatiahan (LKP) dan instruktur kursus. Maka Balai Pengembangan PAUD-DIKMAS Gorontalo kembali melakukan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bagi pengelola lembaga kursus dan instruktur kursus tata busana se Provinsi Gorontalo. Kegiatan yang mulai digelar kemarin, (29/4) hingga Selasa (2/5) itu melibatkan narasumber pusat, salah satunya lembaga sertifikasi kursus, serta narasumber yang memiliki kompetensi dalam peningkatan mutu.

Sambutan Kepala BP PAUD dan Dikmas Gorontalo

Kepala BP PAUD-DIKMAS Gorontalo Drs. Bambang Kunaedi,M.Si mengungkapkan bahwa Diklat tersebut diadakan melihat hasil analisis pemetaan mutu, ada hal-hal yang perlu ditindaklanjuti untuk pemenuhan akreditasi oleh BAP. “Beberapa pengelola lembaga kursus belum menguasai manajemen kursus. Apalagi dalam menyusun visi/misi. Banyak yang tidak terisi visi/misi dalam formulir yang dibagikan BAP ketika mau akreditasi. Sehingga harus ada penguatan dan optimalisasi kembali kepada pengelola agar mereka menghasilkan lulusan yang berkompeten dibidangnya,” ucap Bambang.

Kemudian untuk instruktur kursus tata busana dikatakan Bambang Kunaedi banyak ditemui instruktur kursus dalam penyusunan silabus, penyusunan perangkat pembelajaran tidak maksimal. “Sehingga itulah yang menjadi masalah. Namanya instruktur, tentunya dia akan menyalurkan dan menyampaikan ilmunya kepada warga belajar. Nah, bagaimana warga belajar bisa belajar dengan baik sementara instrukturnya dalam kurang mengusai bagaimana penyusunan silabus, penyusunan evaluasi maupun perangakat belajar. Sehingga ini yang kita genjot, agar optimalisasi mutu LKP dan instruktur kursus bisa terlaksa dengan baik,” terang Bambang.

Suasana kegiatan pembukaan yang berlangsung di aula BP PAUD-DIKMAS Gorontalo yang dihadiri sekretaris Dikbudpora Provinsi Gorontalo Rony Mamu.

Sementara itu, kegiatan itu dibuka langsung sekretaris Dikbudpora Provinsi Gorontalo Drs. Rony Mamu,M.Pd serta dihadiri kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo Dr. Abram Badu, kepala dinas kabupaten/kota serta kepala SPNF SKB se kabupaten/kota. “Kami berharap dengan adanya Diklat ini akan terwujud sumber daya manusia yang kompoten dari hasil pendidikan para pengelola lembaga kursus dan instruktur kursus tata busana. Sehingga bisa menekan jumlah pengangguran yang ada di provinsi Gorontalo. Dengan ilmu serta kompetensi dibidang keahlian seperti ini akan memberikan sumbangsi positif dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat itu sendiri,” tandas Rony.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *