Pengelola PKBM Harus Jemput Bola

MenuntaskanPersoalan Wajib belajar 12 Tahun Bukanlah hal yang  mudah. Butuh peranan seluruh SteckHolder untuk bersama-sama mencapai tujuan agar tak ada masyarakat yang Buta Aksara. untuk itu penguatan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) sangat dibutuhkan  peranya. di Gorontalo sendiri, Keberadaan PKBM menjadi tonggak untuk pendidikan Non-Formal.

Menurut Kasubdit dari Direktorat PGTK PAUD-Dikmas Kemendikbud RI Dr.Agus Rahman,M.Pd bahwa pendidikan nonformal tidak seperti pendidikan formal. Pendidikan nonformal memiliki tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas pembelajaran ke warga belajar. “Jika Pendidikan formal itu datang ke sekolah, lalu belajar. Pendidikan nonformal harus menjemput bola untuk mengajak warga belajarnya untuk mau belajar. sehingga ini menjadi tantangan bagi peneglola PKBM. Butuh Strategi dalam mengajak mereka untuk belajar,”. ucap Agus Rahman ketika membuka kegiatan peningatan Kompotensi sumber daya manusia (SDM) eksternal bagi Pegelola PKBM yang berlangsung di Balai Pegembaga PAUD-Dikmas Gorontalo, Rabu-Sabtu (9-12/5/2018).

Dikatakan beliau bahwa tantangan lain yaitu warga belajar yang diajarkan adalah Notabenenya sulit untuk dibimbing,diarahkan,diajarkan. Tetapi dengan kemauan yang besar dari para pengelola PKBM untuk mendidik warga belajar. Maka akan lahirlah masyarakat yang berkualitas. “Sehingga tidak ada lagi didalam masyarakat suatu lingkugan ada masyarakat yang buta akasara. itu tugas Pengelola PKBM untuk mencerdaskan masyarakat yang tidak mendapatkan Pendidikan sewaktu mereka kecil,.” sambung Agus yang saat itu diampingi kepala BP PAUD Dikmas Gorontalo Drs.Bambang Kunaedi,M.Si.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *