Peran Keterlibatan Orang Tua pada Sekolah Berkebutuhan Khusus.

Gorontalo, Kamis 14 November 2019 yang lalu BP PAUD DDIKMAS Gorontalo mendapat kunjungan dari Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga (DITBINDIKKEL) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Kunjungan singkat ini membawa pesan yang sederhana yakni tentang peran orang tua terhadap pendidikan anak, khusus dalam hal ini yang menjadi lokasi kunjungana adalah SLB Kota Gorontalo.

Sebagaimana diketahui, setiap anak istimewa sehingga mendidik setiap anak tidak pernah bisa sama, terutama anak berkebutuhan khusus yang tentunya membutuhkan perhatian ekstra. Kunjungan yang dilakukan langsung oleh Edy, SS, Kepala Seksi Evaluasi dari Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga (DITBINDIKKEL) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yang didampingi langsung oleh Kepala BP PAUD dan Dikmas Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si. Kunjungan yang berlangsung 3 jam itu diisi dengan pembicaraan yang padat oleh beberapa pihak.

Pertanyaan terbesar menurut Edy adalah bahwa peran orangtua pada pengasuhan di rumah dan juga di sekolah. Sekolah sudah memberikan tugas untuk mnejaga dan mendidik anak kepada para Guru, tapi terlebih khusus untuk SLB ada tanggung jawab ortu pada proses pendidikan anak, baik itu di sekolah ataupun di rumah. Di SLB karakter dan masalah anak yang beragam jadi tantangan dan dalam sebuah kelas, jumlah muridnya sangat dinamis dengan rentang umur yang juga beragam. Pertanyaan paling mendasar dari semuanya tentang pendidikan anak dan peran keluarga adalah apakah orangtua sudah dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang pendidikan anak-anaknya, terutama anak-anak berkebutuha khusus. Karena terbukti dari beberapa kasus, orangtua tidak cukup pengetahuan tentang itu, walau tidak bisa dipungkiri, setiap orangtua pasti berharap anak-anaknya tumbuh kembang dengan seperti pada umumnya. Serikali justru sang orangtua yang pertama kali menolak keberadaan anaknya, jika anaknya punya kebutuhan khusus.

Keberadaan BP PAUD DIKMAS Gorontalo bisa menciptakan model untuk Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga bisa masuk Dengan pelibatan keluarga yang lebih tertata dan mempunyai arahan juga output yang sudah terencana dengan baik, jadi sebenarnya beban sekolah menjadi lebih ringan. Karena sepertihalnya tidak semua yang dimiliki sekolah juga dimiliki orangtua maka tidak semua yang dimiliki orangtua juga dimiliki sekolah. Keluarga adalah sekolah yang utama, tapi sekolah bisa memberikan ketersediaan sumber belajar bagi anak-anak, terutama anak-anak yang berkebutuhan khusus. digabungkan keduanya, sumberdaya sekolah dan keterlibatan orangtua, maka pendidikan anak pasti lebih bagus.

Senada dengan itu, Kepala BP PAUD dan Dikmas Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si, mengungkapkan bahwa model pendidikan keluarga bentukan Kepala BP PAUD dan Dikmas Gorontalo, bisa buat perubahan menuju kearah kebaikan dan kedepan bisa dibuatkan Bimtek (Bimbingan Teknis) khusus untuk SLB.

Pada kesempatan yang sama Kepala Sekolah SLB Kota Gorontalo Yulidar Adam M.Pd, mengungkapkan bahwa, Sebelumnya keterlibatan orangtua di SLB Kota Gorontalo masih kurang, setelah ada model mereka punya arahan yang inisiatif. Dengan penuh kesadaran forum orang tua mengundang dokter THT untuk melakukan kunjungan dan pemeriksaan kepada siswa Tuna Rungu. Salah satu yang jadi kendala adalah ternyata tidak semua orangtua bisa bahasa isarat, sehingga perlu pelatihan intensif khusus untuk orangtua. Kemudian konsultasi kepada Psikolog yang cenderung mahal padahal para orang tua dari siswa Tuna Grahita butuh bimbingan konsulasti minimal bimbingan buat orangtua agar lebih kenal anak-anaknya. Dan juga dengan adanya pentas seni akhir tahun, apresiasi kepada siswa SLB Kota Gorontalo sudah sampai juara tiga tingkat nasional untuk menari.

Terakhir, salah satu perwakilan dari orangtua siswa mengungkapkan. Bahwa bagi banyak orangtua, sebenarnya mereka tahu betul untuk harus selalu menjaga anak-anak mereka, terlebih dengan kondisi para anak-anak. Akan tetapi semua itu masih terkendala kesibukan masing-masing, di rumah atau di tempat kerja. Jadi kiranya model yang dikembangkan BP PAUD DIKMAS Gorontalo bisa mengakomodir kendala tersebut.

Acara tersebut diakhir dengan kunjungan Edy, SS, Kasubag Program dari Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga (DITBINDIKKEL) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional beserta Kepala BP PAUD dan Dikmas Gorontalo, Drs. Bambang Kunaedi, M.Si, ke kelas-kelas untuk melihat langsung proses belajar-mengajar dan sambil bercakap-cakap dengan siswa.

Banimal

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *