PKW Gorontalo Utara, Antusiasme Kalahkan Jarak dan Keterbatasan

Gorontalo, 6 November 2019, Upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia terus dilakukan. Salah satunya dengan program Pendidikan Kecakapan Wirausaha, program ini bertujuan untuk memberikan bekal pendidikan-keterampilan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Gorontalo Utara sebagai salah satu kabupaten baru di Provinsi Gorontalo juga tidak luput dari program PKW Kemendikbud. Tim yang diturunkan untuk monitoring kegiatan ini harus siap menjelajah dari ujung Atinggola yang berbatasan dengan Sulawesi Utara, hingga Tolinggula yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah untuk mengetahui akuntabilitas atas pemanfaatan dan penggunaan dana Bantuan Program PKW serta menganalisa kelayakan satu lembaga untuk mendapatkan bantuan, BP PAUD dan Dikmas Gorontalo melaksanakan Monitoring dan Evaluasi kepada lembaga-lembaga penerima Bantuan Program PKW di Provinsi Gorontalo.

Pendidikan Kecakapan Wirausaha sendiri merupakan layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha. Tujuan program ini untuk mendorong dan menciptakan wirausaha baru melalui kursus dan pelatihan, menanamkan pola pikir (mindset) dan sikap mental wirausaha, memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan serta melatih ketrampilan berwirausaha kepada peserta didik sehingga mandiri dalam berwirausaha.

Kabupaten Gorontalo Utara sebagai kabupaten muda yang baru dibentuk 2007 secara mengejutkan sudah memiliki beragam program Pendidikan Kecakapan Wirausaha yang benar-benar dibutuhkan masyarakat sekitar.

Di SPNF SKB Atinggola misalnya, nampak para pengurus yang antusias menunjukkan alat-alat sablon dan beberapa perangkat komputer yang ditujukan untuk peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha yang berkonsentrasi mempelajari desain dan percetakan. “Walau baru beberapa kali pertemuan tapi antusias peserta didik tidak turun, kami kadang sampai pulang malam demi mengikuti kemauan belajar mereka”, ujar Amir Sakutu, salah satu staf di SPNF SKB Atinggola.

Keinginan masyarakat untuk mempelajari hal baru yang bisa langsung diterapkan selalu tinggi, ini juga yang mendasari ibu Carda Rahmola dari PKBM Tunas Harapan di Sumalata, “Para peserta didik disini hampir setiap hari datang, mereka bisa datang kapan saja walau tidak ada jadwal dan selama ada mesin yang tidak terpakai mereka bebas menggunakan” ujarnya. PKBM yang berdiri semenjak 2008 ini sudah beranjak mandiri dengan materi pembelajaran menjahitnya, berbagai model sprei dan baju sudah dihasilkan lewat keuletan para pengurus PKBM dan juga semangat tinggi para peserta didik.

Antusias tinggi itu juga dirasakan di PKBM Permata Ilmu, sekelompok ibu-ibu peserta didik sedang serius berhadapan dengan mesin jahit masing-masing, mereka menggunting dan menjahit kain dengan cekatan walau sesekali saling tanya, “Biar tidak ada pengajar atau kadang juga pengajar sudah pulang, tapi kami belum mau pulang, kami masih suka belajar, biar boleh mancari dengan bajahit nanti kalau sudah lulus”, ujar Yusrin, salah satu peserta didik di PKBM Permata Ilmu.

Antusias itu bisa dirasakan oleh para anggota tim BP PAUD DIKMAS Gorontalo, yang selain mendata keberadaan dan kelengkapan masing-masing lembaga, juga melakukan wawancara baik dengan pemilik, pengurus dan peserta. Bukan hanya untuk menguji kemampuan dan pengetahuan tapi juga untuk memberikan masukan-masukan.

“Sebagai Pamong Belajar, sudah jadi tanggung jawab untuk tidak cuma tahu tapi juga harus betul-betul mengerti dengan apa yang mereka lakukan dan apa yang bisa mereka kembangkan”, ucap Misna B Lahamutu.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *