Sosialisasi Penerapan Model, diskusi santai dengan materi serius ala BP Paud Dikmas Gorontalo

Gorontalo – BP Paud dan Dikmas Gorontalo selama ini sudah mengembangankan Model khususnya program Paud dan Dikmas di wilayah Provinsi Gorontalo oleh pamong belajar berdasar Peraturan Dirjen Paud dan Dikmas Nomor 02 tahun 2017.
Pada tahun 2017 telah dikembangkan 5 model terdiri dari 2 Model Kursus, 1 Dikmas, 1 Model Paud dan 1 Model Dikkel, sedangkan pada tahun 2018 juga telah dikembangkan 5 model yang terdiri dari 2 Model Dikmas, 1 Model Paud, 1 Model Kursus dan 1 Model Dikkel. Untuk tahun 2019 telah dikembangkan 6 model terdiri dari 2 Model Paud, 2 Model Kursus, 1 Model Dimas dan 1 Model Dikkel.

Model telah divalidasi okeh Direktorat terkait. Sebagai tindak lanjut dari validasi adalah penerapan model yang telah dikembangkan. Mengawali dari penerapan model dilaksanakan sosialisasi kepada SPNF dan organisasi mitra terkait model tersebut. Pada hari Kamis, 26 Desember 2019, BP PAUD dan Dikmas Gorontalo menyelanggarakan Sosialisasi Penerapan Hasil Pengembangan Model tahun 2019, kegiatan ini dibuka oleh Untung Sugiharto dari Direktorat Paud. Dihadiri juga oleh Dadang Sudarman dari Kasubdit Kurikulum Direktorat Binsuslat Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud.

Pada kesempatan pertama, Bambang Kunaedi selaku Kepala BP Paud Dikmas Gorontalo dalam sambutan dan laporan menyatakan bahwa ada 6 Model yang sudah divalidasi dan akan diterapkan perlu disosialisasikan pada kesempatan ini. Adapun ke 6 model tersebut adalah :

  1. Penguatan Kesiapan Belajar Peserta Didik Program Paket C Melalui Pendekatan Mohelumo
  2. Model Pembelajaran Kewirausahaan Berbasisi CTL dalam Kursus TRP Bili’u untuk Pembentukan Jiwa Wirausaha Warga Belajar di LKP Gorontalo
  3. Pelibatan Orang Tua di Satuan Pendidikan Luar Biasa (SLB) Negeri Kota Gorontalo
  4. Pengembangan Model Teknik Analisis Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini Berbasis ITPPA
  5. Pengembangan Video Pembelajaran Upia Karanji melalui Strategi Demonstrasi di Gorontalo
  6. Pengembangan Model Replikasi Pendidikan Sosial dan Finansial dalam Mengembangkan Sikap Sosial dan Finansial pada Anak Usia Dini di Provinsi Gorontalo

Lebih lanjut disampaikan oleh Bambang Kunaedi bahwa Model yang sudah dikembangkan dan diterapkan oleh BP Paud dan Dikmas Gorontalo masih perlu ditingkatkan. Paling tidak model2 yang sudah dihasilkan bisa menjadi bahan referensi bagi SPNF maupun stke holder terkait dalam pelaksanaan proses pembelaran maupun managerial di Satuan Pendidikan dan SPNF didaerah Gorontalo.
Dalam sambutannya Untung Sugiharto Subdit Sarpras Direktorat Paud Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud menyatakan “Masih banyaknya materi PAUD yang bukannya mendekati anak dengan metode bermain yang menyenangkan, tapi malah memberikan materi Calistung. Sehingga Model-model yang dikembangkan oleh Balai bisa melihat masalah yang terjadi di masyarakat dengan lebih dekat”.
Khusus untuk organisasi mitra ia menambahkan “untuk organisasi mitra, model-model pembelajaran harus dikemas dengan metode yang lebih baik” Setelah dibuka secara resmi oleh Untung Sugiharto, dilanjutkan dengan materi dari Dadang Sudarman dari Kasubdit Kurikulum Direktorat Binsuslat menyampaikan secara khusus tentang Mutu Kelembagaan, Mutu Proses, Mutu hasil pembelajaran, mutu lulusan Kursus. Dari 4 mutu tersebut bisa disaring ada masalah apa saja yang terkandung untuk bisa diangkat menjadi pengembangan model dalam memecahkan masalah digunakan Baik Oragnisasi mitra maupun UPT.
Keterlibatan UPT pada LKP masih sedikit ketimbang dengan SKB, untuk UPT bisa melakukan pengembangan model, pemetaan mutu supervisi dan pembinaan. Yang paling utama pengkajian, pembelajaran. melalui pamong belajar. Untuk SKB bukan saja tempat pembelajaran dalam hal ini ada TEFA (Teaching Factory) Pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) selain itu untuk pengkajian yang nantinya akan dilakukan penulusuran lulusan dan pada akhirnya akan bisa dilakukan evaluasi dari lulusan SKB.
Model-model yang dibuat dan diterapkan selama ini adalah sebagai upaya dari pemerintah bagi masyarakat yang nantinya akan mencapai sasaran akhir dan pencapaian tertinggi dan sebagai instrument capaian, bagian pemecahan masalah bagi Kab/Kota dan bagaimana keterlibatan PEMDA sejak perencanaan, pelaksaanaan hingga validasi.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *